KETIKA KEDUA ORANG TUA MENYURUH KITA UNTUK BERCERAI ???

Apabila kedua orang tua menyuruh anak untuk menceraikan istrinya, apakah harus ditaati atau tidak?.Sahabatku yang dimulyakan Allah mari sejenak kita mengaji ini kadang banyak terjadi dikalangan atau lingkungan kita akan tetapi masih banyak pula yang belom tau cara mengatasi atau hukumnya. nah kali ini saya ingin berbagi ilmu yang sedikit ini untuk para sahabat, agar kita semua bisa tau dan membantu orang yang mengalami masalah seperti ini. baik Dibawah ini dibawakan beberapa hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam, diantaranya yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Abu Dawud.

"Artinya : Dari sahabat Abdullah bin Umar berkata : "Aku mempunyai seorang istri serta mencintainya dan Umar tidak suka kepada istriku. Kata Umar kepadaku, 'Ceraikanlah istrimu', lalu aku tidak mau, maka Umar datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakannya, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku, 'Ceraikan istrimu'" [Hadits Riwayat Abu Dawud 5138, Tirmidzi 1189, dan Ibnu Majah 2088]

Baca juga artikel islam amalan penghapus Keburukan 

Hadits kedua diriwayatkan oleh Abu Darda.


"Artinya : Dari Abu Darda Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang datang kepadanya berkata, "Sesunggguhnya aku mempunyai seorang istri dan ibuku menyuruh untuk menceraikannya. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Orang tua itu adalah sebaik-baik pintu surga, seandainya kamu mau maka jagalah pintu itu jangan engkau sia-siakan maka engkau jaga" [Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan hadits ini Hasan Shahih].


Hadist ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa seandainya orang tua kita menyuruh untuk menceraikan istri kita, wajib ditaati. [Nailul Authar 7/4]


Ini terjadi bukan hanya pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saja tetapi juga pada zaman Nabi Ibrahim 'Alaihis Shalatu wa sallam. Ketika Ibrahim 'Alaihi Shalatu wa sallam berkunjung ke rumah anaknya -Ismail 'Alaihi salam- dan anaknya saat itu tidak ada di tempat, kemudian Ibrahim berkata kepada istri Ismail 'Alaihi Salam, "Sampaikan pada suamimu hendaklah dia mengganti palang pintu ini" . Ketika Ismail datang, istrinya mengatakan bahwa ada orang tua yang datang menyuruh ganti palang pintu. Ismail kemudian mengatakan bahwa orang tua yang datang itu adalah ayahnya yang menyuruh menceraikan istrinya. [Hadits Riwayat Bukhari no. 3364 (Fathul Baari 6/396-398)]


Sebagian ulama yang lain mengatakan jika orang tua kita menyuruh menceraikan istri tidak harus diataati. [Masaail min Fiqil Kitab wa Sunnah hal. 96-97]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ketika ditanya tentang seseorang yang sudah mempunyai istri dan anak kemudian ibunya tidak suka kepada istrinya dan mengisyaratkan agar menceraikannya, Syaikhul Islam berkata, "Tidak boleh dia mentalaq istri karena mengikuti perintah ibunya. Menceraikan istri tidak termasuk berbakti kepada Ibu" [Majmu' Fatawa 33/112]


Ada orang bertanya kepada Imam Ahmad, "Apakah boleh menceraikan istri karena kedua orang tua menyuruh untuk menceraikannya ?" Dikatakan oleh Imam Ahmad, "Jangan kamu talaq". Orang tersebut bertanya lagi, "Tetapi bukankah Umar pernah menyuruh sang anak menceraikan istrinya ?" Kata Imam Ahmad, "Boleh kamu taati orang tua, jika bapakmu sama dengan Umar, karena Umar memutuskan sesuatu tidak dengan hawa nafsu" [Masail min Fiqil Kitab wa Sunnah hal. 27]


Permasalahan mentaati perintah orang tua ketika diminta untuk menceraikan istri, sudah berlangsung sejak lama. Oleh karena itu para imam (aimmah) sudah menjelaskan penyelesaian dari permasalahan tersebut. Pada zaman Imam Ahmad (abad kedua) dan zaman Syaikhul Islam (abad ketujuh) permasalahan ini sudah terjadi dan sudah dijelaskan bahwa tidak boleh taat kepada kedua orang tua untuk menceraikan istri karena hawa nafsu. Kecuali jika istri tidak taat pada suami, berbuat zhalim, berbuat kefasikan, tidak mengurus anaknya, berjalan dengan laki-laki lain, tidak pakai jilbab (tabaruj/memperlihatkan aurat), jarang shalat dan suami sudah menasehati dan mengingatkan tetapi istri tetap nusyuz (durhaka), maka perintah untuk menceraikan istri wajib ditaati. Wallahu 'Alam


Baca artikek menarik Lainnya disini

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua]


nah itulah ilmu yang dapat saya share semoga kita mendapatkan pencerahan, amin 
semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah mawadda warohmah , istri dan anak kita menjadi qurrotu a'yun penyejuk mata dan hati kita, amin

12 Responses to "KETIKA KEDUA ORANG TUA MENYURUH KITA UNTUK BERCERAI ??? "

  1. makasih mas telah berbagi ilmu, memang orang tua ketika menyuruh untuk menceraikan istri kita maka harus di telaah dulu jangan langsung di ikuti mentah-mentah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tul mas denny jangan ditelan mentah2 karna harus ada sebab dan masalah yg jelas.

      Hapus
  2. Assalamu Alaikum kembali kita bisa menceraikan istri hanya dengan alasan syar'i tapi kalau orang tua menyuruh kita hanya karena alasan nafsu atau karena tidak suka maka tidak wajib dipenuhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam bemer bianget mas. Harus dengan alasan syar'ie . Contoh istri atau suami gak pernah sholat trus orang rua suruh ceraikan dia ya gpp boleh itu.

      Hapus
  3. iya kejadian seperti itu memang sering terdengar mas,dan salahnya ada yang mentaati orang tuanya,kalau misalkan anak yang disuruh menceraikan istri atau suaminya oleh orang tuanya,terus si anak menuruti,apa hukumnya bagi si orang tua?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicari pokok permasalahannya dulu mba defa. Kalau memang sudah dpt maka di musyawarahkan dulu dengan orang yang aliM.

      Hapus
  4. Terimakasih gan ilmu, jadi dapat pencerahan nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan semoga berguna dan bermanfaat

      Hapus
  5. saya sendiri alhamdulillah sih mas ga mengalami hal tersebut soalnya belum menikah.hehe
    terimakasih pencerahannya, berati kalo suruh menceraikan karna nafsu jangan ya mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha lucu mas Hendri.

      Tpi semoga kita dijauhkan dri perceraian karna talaq itu dibenci oleah Allah

      Hapus
  6. Ko cerai. mendingan jangan cerai deh kan menikah sekali seumur hidup hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba wida. Namanya juga hidup ada yang senang ada juga yang sedih. Tpi itulan pencerahan untuk kita agar kita tidak gegabah dan menelan mentah2.

      Hapus

Terima Kasih Kami Ucapkan Kepada Semua Pengunjung Blog Ini
Kami senang Jika Blog Ini Bermanfaat Untuk Anda Semua, dan Kami Memohon Agar Artikel Kami Di share Sehingga Banyak Manfaat yang Kita dapatkan, Terima kasih

Hormat kami
Admin CongMojib.com